Batang Merao Meluap, Lubuk Suli Kerinci Terendam Banjir

HaluaNews, Kerinci – Hujan dengan intensitas tinggi membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Kerinci dilanda banjir dan longsor.

Adapun wilayah yang terdampak banjir antara lain Kecamatan Depati Tujuh, Air Hangat, dan Siulak.

“Banjir sudah jadi langganan di Lubuk Suli, Kecamatan Depati Tujuh. Dalam setahun sampai 5 kali banjir, ini yang ke 3 untuk tahun ini (2019),” kata salah seorang warga Lubuk Suli, Echo Satrio.

Ketinggian banjir yang mencapai 1 meter itu menyebabkan ratusan rumah daerah tersebut terendam. “jalan utama dan rumah warga Lubuk Suli terendam banjir. Air mencapai pinggang orang dewasa,” ujarnya

Banjir ini disebabkan hujan deras yang mengguyur Kerinci dari Rabu pagi hingga siang. “Salah satu penyebab banjir di Lubuk Suli adalah Sungai Batang Merao meluap,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kerinci Darifus saat dikonfirmasi membenarkan adanya sejumlah wilayah yang dilanda banjir dan longsor.

Dikatakan Darifus, dampak dari curah hujan Rabu pagi (15/5) mulai jam 06.00 WIB sampai jam 10.00 WIB ada beberapa wilayah yang terdampak bencana yakni Desa air Panas Baru Semurup, Kecamatan Air Hangat, Desa Lubuk Suli, Kecamatan Depati Tujuh, Pasar Senen Siulak, Kecamatan Gunung Kerinci.

“Tiga Kecamatan ini diterjang banjir yang mengakibatkan sejumlah rumah warga dan ruas jalan terendam banjir, sawah dan kolam warga juga jebol,” jelasnya.

Sedangkan longsor, terjadi di Desa Pondok Pulau Sangkar, Bukit Kerman terjadi longsor yang mengakibatkan arus lalu lintas terganggu. “Untuk jalan yang longsor kita sudah koordinasi dengan Dinas PUPR Kerinci untuk mengerahkan alat berat dan yang banjir BPBD telah mendistribusikan karung,” ungkapnya.

“Untuk jumlah rumah yang terendam banjir masih didata oleh anggota di lapangan,” pungkasnya. (Idp).

Komentar

News Feed