Catat Ini, Festival Budaya Bioskop Jambi Digelar Akhir November

Haluan, Jambi – Festival budaya bioskop Jambi akan digelar akhir November ini dan menampilkan beragam karya film, mural dan fotografi serta seminar seni budaya.

Direktur Tempoa Art Jambi (TAJI), Harkopo Lie, menuturkan, festival ini akan berlangsung selama sembilan hari dari 21 November hingga 30 November 2018. Dijelaskannya, pada hari pertama pembukaan festival juga akan dilakukan soft opening museum bioskop Jambi dan pameran artefak.

Tak hanya itu, TAJI juga akan menghadirkan Dirjen kebudayaan Kemendiknas, Hilman Farid, yang akan memberikan materi seminar terkait pola pengembangan sejarah dan kebudayaan daerah. Selain itu, Dekan Fakultas Seni Rupa IKJ, Indah Tjahjawulan, akan turut berbagi gagasan tentang peran museum dalam pengembangan industri budaya daerah. Sedangkan, peneliti yang juga pemerhati seni, Jumardi akan memaparkan materi potensi seni budaya Jambi bersama Direktur Tempoa yang akan menyajikan sejarah budaya bioskop di Jambi.

“Festival ini juga berkerjasama dengan IKJ. Kita juga menghadirkan Yudi Amboro dalam pemetaan koleksi baliho/poster, Adityayoga yang akan menjelaskan soal koleksi baliho/poster film sebagai bagian dari branding kawasan,” tuturnya.

Pria berkepala plontos ini juga menguraikan, selama festival berlangsung akan dilaksanakan pula lokakarya melukis baliho, mural dan fotografi.

“Hasil lokakarya nanti akan dipamerkan agar masyarakat Jambi juga bisa menikmati,” ujarnya.

Secara terpisah, DR Firman Lie, kurator seni rupa, menjelaskan, keberadaan ruang-ruang koleksi atau museum dengan fokus khusus yang memamerkan artefak penting terkait kota akan berdampak positif bagi eksistensi suatu kota.

Dijelaskannya, museum akan memberikan vitalitas budaya kepada masyarakat, membuat kota itu unik, memberikan pengalaman bagi masyarakat atau wisatawan.

“Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (FSR IKJ) beruntung jadi pendamping bagi Tempoa Art Gallery Jambi yang memiliki artefak budaya bioskop untuk menjadi sebuah model ideal private museum atau rumah koleksi yang dapat menjadi salah satu wajah kota Jambi,” urai dosen IKJ ini saat dihubungi HaluaNews via WhatsApp. (pua)

Komentar

News Feed