Diduga Adanya Benturan Kepentingan, ULP Kerinci Mundur Massal

HaluaNews, Kerinci – TIM Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Kerinci mengambil sikap dengan melakukan pengunduran diri. Hal tersebut diduga adanya benturan kepentingan dalam pelaksanaan lelang pengadaan barang/ jasa.

Dalam perjalanannya, lelang barang/ jasa di dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci telah dilakukan tender. Namun banyak pihak meminta agar melakukan tender ulang, meskipun pada lelang awal telah diumumkan pemenangnya.

Kondisi ini diduga menjadi salah satu pemicu panitia yang biasanya bertugas menentukan dan menetapkan pemenang lelang proyek pemerintah mengajukan pengunduran diri.

Kepala Bagian Ekobang Kabupaten Kerinci, Askar Jaya membenarkan tim Pokja mengundurkan diri sebagai panitia pelelangan barang/ jasa.

“Benar pokja kita mengundurkan diri kemaren dengan alasan tingginya intervensi dari berbagai pihak dalam proses pelelangan (tender), hingga mereka merasa tidak nyaman dalam bekerja,” terang Askar.

Namun, lanjut Askar Pokja tidak boleh berhenti begitu saja karena yang mengangkat pokja itu Bupati, jadi sepanjang belum ada ketetapan hukum dari bupati maka mereka tidak boleh lari dari tanggung jawab.

“Jadi langkah selanjutnya saya akan menyerahkan surat pengunduran diri mereka kepada bupati, jika diterima pengunduran diri mereka maka ada pihak lain yang akan melanjutkan proses tugas pokja ULP,”

Ketika disinggung mengenai adanya isu dari pihak rekanan yang mengatakan dia ikut bermain dalam proses penentuan pemenang lelang pengadaan barang/jasa di ULP Kerinci. Askar mengakui bahwa hal tersebut bukan isu lagi melainkan pernyataan dari Dinas Kesehatan Kerinci.

“Itu bukan isu lagi, itu kan pernyataan dari dinas kesahatan, salah bentuk protes mereka tehadap pokja dan saya. Maka untuk itu saya perintahkan batalkan semua paket yang ada dinas kesahatan Kerinci berapapun itu karena saya tidak mau dikatakan ikut bermain, dan saya tidak mau di sendera oleh isu yang seperti itu,” tegas Askar.

Hingga berita ini dipublis, pihak Dinkes Kerinci belum berhasil dikonfirmasi terkait hal tersebut.(Idp).

Komentar

News Feed