Ini Keutamaan Memuliakan Anak Yatim

HaluaNews–Setiap anak tidak bisa memilih akan dilahirkan dari orang tua yang seperti apa. Ada yang terlahir dari orang tua kaya, miskin, sederhana dan ada pula yang lahir namun ayahnya sudah meninggal dunia.

Untuk keadaan yang terakhir itu membuat seorang anak disebut sebagai anak yatim sampai kelak dirinya baligh dan dewasa.

Di dalam Islam, setiap muslim dianjurkan untuk menyayangi anak yang sudah tidak memiliki ayah tersebut karena akan mendatangkan banyak keutamaan.

Rasulullah saw bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim kedudukannya di surga seperti ini: kemudian beliau berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya dan merenggangkan keduanya.” (HR. Bukhari)

Hadis di atas menunjukkan bahwa seseorang yang memperlakukan anak yatim dengan baik kelak kedudukannya di surga tidak jauh berbeda dengan Rasulullah.

Begitu istimewanya anak yatim, Allah juga memerintahkan kepada manusia agar menyantuni mereka seperti yang tertuang dalam Surah Ad-Dhuha ayat 9,

Fa ammal-yatiima fa laa taq-har

Artinya: “Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.”

Adapun keutamaan yang bisa diraih apabila seseorang merawat anak yatim adalah sebagai berikut:

1. Dekat dengan Rasulullah di surga

Keutamaan yang pertama ini seperti yang dikatakan dalam hadis di atas bahwa kedudukan seseorang yang mengasuh anak yatim diibaratkan dengan dekatnya antara jari telunjuk dan jari tengah (tidak terpisahkan).

2. Dijamin masuk surga

Jaminan masuk surga ini harus dengan syarat bahwa orang tersebut tidak melakukan dosa besar yang tidak diampuni misalnya menyekutukan Allah.

Dalam sebuah hadis dikatakan, “Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslim, memberinya makan dan minum, pasti Allah akan memasukkannya ke dalam surga kecuali jika ia melakukan dosa besar yang tidak bisa diampuni.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas)

3. Diselamatkan dari siksa hari akhir

Dalam sebuah riwayat dikatakan, “Demi yang mengutusku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa hambanya di hari kiamat nanti, orang-orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut perkataannya dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya.” (HR. Thabrani dari Abu Hurairah)

4. Mendapat predikat saleh dan salehah

Dalam Al-Qur’an Surah Al-Insan ayat 5-8 Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. Yaitu mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.”

5. Sumber pahala setelah meninggal

Rasulullah saw bersabda, “Jika manusia mati maka terputus lah amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Jadi, berdasarkan hadis di atas, insyaAllah menyantuni anak yatim termasuk bagian dari amal jariah yang pahalanya akan terus mengalir meskipun sudah meninggal.

Wallahu a’lam.

Sumber : Akurat

Komentar

News Feed