Ini Pantangan Diet Batu Ginjal Yang Harus Diketahui

HaluaNews–Batu ginjal adalah penyakit yang bisa terjadi akibat pola makan tidak sehat. Penyakit ini pun dapat terjadi pada siapa saja, khususnya pada orang-orang dengan rentang usia 30–60 tahun.

Batu ginjal adalah batu yang terbentuk dari deposit mineral keras di dalam ginjal. Salah satu pemicu dari penyakit ini adalah pola makan tinggi purin, protein, garam, dan gula.

Saat terjadi, penyakit batu ginjal bisa memberikan gejala berikut ini pada penderitanya.

  • Nyeri hebat di daerah perut dan pinggang.
  • Nyeri saat berkemih.
  • Kencing berdarah.
  • Anyang-anyangan.
  • Sering buang air kecil.
  • Mual.
  • Meriang dan demam.

Bila batu berukuran kecil, penderita mungkin tidak merasakan gejala apapun. Batu juga bisa keluar bersama urine saat penderita berkemih.

Jika batu yang terbentuk di ginjal berukuran besar, penderita bisa saja mengalami gejala-gejala yang lebih parah. Tentunya, derajat dan tingkat keparahan yang berbeda-beda pada tiap individu.

Nah, untuk meringankan gejala dan mengatasi penyakit batu ginjal, salah satu cara yang bisa dilakukan oleh penderita adalah menerapkan pantangan dalam pola makan sehari-hari.

Pantangan dalam Diet Batu Ginjal

Berikut adalah makanan yang sebaiknya dipantang untuk dikonsumsi oleh Anda yang mengalami penyakit batu ginjal.

  • Makanan Tinggi Oksalat

Batu ginjal dapat terbentuk akibat penumpukan kalsium oksalat di dalam ginjal. Dalam kasus ini, penderita mesti menghindari konsumsi makanan yang tinggi oksalat seperti berikut ini.

  • Kacang-kacangan.
  • Bayam.
  • Cokelat. 
  • Bit.
  • Ubi.
  • Teh
  • Makanan Tinggi Asam Urat

Makanan yang mengandung tinggi purin dapat meningkatkan kadar asam urat. Hal ini juga turut meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

Oleh sebab itu, penderita batu ginjal akibat asam urat mesti pantang untuk mengonsumsi makanan berikut ini agar penyakit tidak semakin parah.

  • Seafood, seperti udang, cumi, kerang dan lobster.
  • Jeroan dalam bentuk apapun.
  • Daging merah, termasuk yang mengandung lemak.
  • Daging ayam.
  • Daging babi

Asupan protein hewani yang terdapat pada makanan di atas dapat digantikan dengan protein nabati dari tahu maupun tempe.

  • Makanan atau Minuman dengan Pemanis Tambahan

Minuman kemasan, soda, dan minuman lain dengan kadar gula yang tinggi dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.

Minuman bersoda yang mengandung fosfat tinggi juga meningkatkan produksi asam urat. Ini dapat turut meningkatkan risiko asam urat. Minuman ini wajib dihindari, ya!

  • Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol dapat meningkatkan asam urat dan mencetuskan pembentukan batu ginjal.

Jadi, penderita asam urat mesti benar-benar menjauhkan diri dari minuman beralkohol jenis apapun agar penyakit tidak makin parah.

  • Makanan Tinggi Garam

Makanan tinggi garam, seperti makanan kaleng, mengandung MSG (micin), dan makanan cepat saji sebaiknya dihindari oleh penderita penyakit batu ginjal.

Sebab, garam dapat meningkatkan kadar kalsium dalam darah, sehingga berpotensi mencetuskan pembentukan batu ginjal. Selain itu, makanan tinggi garam juga bisa meningkatkan risiko penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi, lho!

  • Suplemen Vitamin C Dosis Tinggi

Asupan vitamin C yang disarankan sesuai kebutuhan tubuh adalah 60 miligram per hari. Konsumsi vitamin C sebanyak 1000 miligram per hari dapat meningkatkan produksi oksalat dalam tubuh dan memicu pembentukan batu ginjal.

Karena itu, penderita penyakit batu ginjal sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin C dosis tinggi. Jika memang merasa benar-benar butuh terhadap suplemen tersebut, berkonsultasilah lebih lanjut pada dokter.

Anjuran Makan dalam Diet Batu Ginjal

Supaya Anda tidak mengalami penyakit batu ginjal di kemudian hari, berikut ini beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dikonsumsi secara rutin:

  • Air Putih

Konsumsi air putih yang disarankan adalah 8–12 gelas per hari, terutama saat Anda sedang beraktivitas berat atau banyak mengeluarkan keringat.

Jika Anda banyak mengeluarkan keringat namun tidak banyak minum, urine akan tidak akan keluar dalam jumlah cukup. Hal ini bisa meningkatkan penumpukan material pembentuk batu ginjal di dalam urine.

  • Konsumsi Makanan Tinggi Kalsium

Dianjurkan untuk konsumsi makanan tinggi kalsium, seperti susu, yoghurt, dan keju sebanyak 3 kali sehari.

Namun, hindari suplemen kalsium tambahan yang justru dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

  • Konsumsi Buah Sitrus

Buah-buahan sitrus, seperti jeruk dan lemon dapat membantu menurunkan produksi batu ginjal.

  • Konsumsi Vitamin D
  1. Vitamin D membantu penyerapan kalsium sehingga mengurangi risiko pembentukan batu ginjal.
  2. Makanan dan minuman yang mengandung vitamin D tinggi, yaitu susu, ikan salmon, kuning telur, dan keju.

Batu ginjal merupakan kondisi yang dapat menyebabkan nyeri hebat dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Diet batu ginjal yang sesuai dapat membantu mengatasi dan mencegah penyakit ini.

Sumber : www.klikdokter.com

Komentar

News Feed