Jalan Desa Danau Serdang Rusak, Diduga Akibat Truk Pelangsir Batubara PT WSA

HaluaNews, Sarolangun–Rusaknya sejumlah ruas badan jalan yang baru saja selesai di aspal oleh pemerintah daerah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas PUPR di kilo sembilan dan kilo delapan di duga akibat muatan truk diesel pelangsir batubara milik PT swa.

Puluhan truk yang bermuatan batu bara setiap hari bebas melewati jalan aspal milik daerah Kabupaten Sarolangun mengakibatkan banyak titik titik ruas jalan kini mengalami rusak dan pecah pecah di sana sini, rusaknya sejumlah ruas jalan ini tentu menjadi persoalan buat pihak Dinas PUPR Kabupeten sarolangun yang mana jalan tersebut baru saja di bangun tahun 2019 ini kini sudah dalam kondisi rusak dan retak-retak di sana sini.

Warga kilo tujuh yang enggan di sebut namanya ini menuturkan rusaknya aspal jalan di desa kami diduga akibat banyaknya truk pelangsir milik
PT WSA yang mengangkut batu baranya nya ke stok file Desa Gurun Mudo tepat bekas ekdermaga ponton.

Kita berharap agar pihak perusahaan tidak melansir batu bara lewat jalan milik Pemda dan mereka kita harapkan bangun jalan sendiri. Selain menyebabkan jalan rusak kita juga sangat merasakan dampak debu yang timbul akibat truk mereka tidak di tutup, maka nya debu-debu batubara itu berterbangan kita di desa yang kena dampak nya. Kita minta pihak terkait tolong perhatikan hal ini dan kami sebagai masyarakat sangat merasakan dampak akibat puluhan truk pelangsir batu bara milik PT WSA ini.

Pihak perusahaan PT WSA ketika di konfirmasi soal tudingan hal tersebut di Kantor desa semaran tidak mau memberikan tanggapan. Andi mengatakan kalau untuk hal itu saya gak bisa memberikan jawaban tanya langsung pada atasan kita yakni pak Samsir selaku penanggung jawab soal
tambang urainya.

“Saya gak bisa berkomentar banyak gek salah jawab kita hanya kerja sebagai kontraktor saja. kalau soal itu tanya langsung pada owner kita yakni Pak Samsir atau pak Aan di kantor Mandiangin silakan ke sana saja “, tutupnya .

Samsir ketika di hubungi via telpon seluler nya selalu bernada gak aktif begitu pun di sambangi di Kantor Mandiangin’ belum berhasil di temui
Pak Samsir baru saja keluar mas jawab para Staf kantor nya . begitu pun dengan Aan selaku manajer utama pihak PT WSA belum berhasil di temui sampai berita ini di muat media Haluan news com Belum mendapatkan jawaban dari pihak perusahaan.

Namun, berdasarkan pantauan media di lapangan sedikitnya ada puluhan truk pelangsir batubara yang melintas setiap jam di ruas jalan yang baru saja di aspal yang menggunakan dana APBD kab sarolangun sebesar 16 milyar lebih tahun 2019 ini.


Sangat di sayangkan kini jalan sudah rusah akibat ruk pelangsir batubara milik perusahaan pertambangan milik PT WSA tentu ini sangat ironis sekali. semesti nya pihak perusahaan wajib memiliki jalan sendiri. kini warga sekitar berharap ada ketegasan dari pihak terkait supaya pihak PT
Wsa tidak menggunakan jalan Pemda melangsir batu bara nya. (asmara)

Komentar

News Feed