Kapolres Sarolangun Umumkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek PLTMH Batang Asai

HaluaNews, Sarolangun–Kapolres Sarolangun AKBP Deny Haryanto, S.ik umum kan para tersangka dugaan korupsi proyek pembangkit Listrik Mikro Hidro Desa Batin Pengambang Kecamatan Batang Asai tahun 2016 proyek Dinas ESDM Propinsi Jambi ini dengan nilai pagu anggaran 3, 6 Milyar ini di duga merugikan negara sebesar 2, 6 milyar.

Dalam kasus ini pihak penyidik telah menetapkan para tersangka sebanyak tiga orang dari tiga tersangka dua telah di tahan di Mapolres sarolangun yakni Kuasa pengguna anggaran (KPA) atas nama Masril, ST selaku KPA dari Dinas ESDM propinsi Jambi kedua direktur PT Aledino Cahaya Syafira Safri Kamal sedangkan yang satu lagi dengan isial rq masih dalam penyidikan.

Menurut Kapolres modus yang di lakukan para tersangka, tersangka M (selaku KPA) yang menawarkan kepada Sdr.RFQ paket pekerjaan pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro(PLTMH) di desa batin pengambang kec.Batang Asai kab.saropangun.

Bahwa selaku KPA membantu Sdr.RFQ mendapatkan paket lelang pekerjaan PLTMH tersebut dengan cara tersangka menyerahkan dokumen EE(Engine Estimit) paket PLTMH kepada Sdr.RFQ pada tanggal 28 Juli 2016.

Bahwa sebagai dasar untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) di desa batin pengambang kec.batang asai kab.sarolangun.di buatlah surat perjanjian nomor:09/SP/PLTMH-SRL/ESDM-5/IX/2016, tanggal 01september 2016, antara Sdr.MRL selaku pejabat pembuat komitmen dengan Sdr. SYFKL (Direktur PT.ALEDINO CAHAYA SYAFIRA) selaku penyedia jasa konstruksi dengan nilai kontrak pada kegiatan sebesar Rp.3.366.800.000,-(Tiga milyar tiga ratus enam puluh enam juta delapan ratus rupiah) jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 101 hari(seratus satu) hari Klender berakhir pada tanggal 10 Desember 2016 dengan ruang lingkup pekerjaan sesuai kontrak.

Bahwa tersangka MRL selaku KPA mengetahui Sdr.SYFL KML selaku penyedia jasa menandatangani kontrak seharusnya yang melaksanakan seluruh pekerjaan pembangunan listrik tenaga mikro hidro(PLMTH). Akan tetapi pada faktanya pekerjaan tersebut di laksanakan oleh Sdr.RFQ tanpa ada memiliki surat kuasa Direktur secara resmi yang di akta notariskan

Bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan pembangkit listrik PLTMH di desa batin pengambang kec.batang asai kb. Sarolangun. Ada melakukan Addendum(penambahan waktu pekerjaan) dari 101 hari Klender menjadi 117 hari klender berakhir pada tanggal 26 Desmber 2016.

Pasal yang menyangkut tersangka pasal 2 atau 3 undang-undangan republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 rentang pemberantasan tindak pidana korupsi di tambah Dengan undangan undangan RI nomor 20 di tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 31 tahun tahun 1999 tentang pemberantsan tindak Pedana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke 1KUHP pidana.dengan ancaman hukum pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4(empat) tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000(dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp.1000.000.000 (satu milyar), terang Kapolres. (asmara)

Komentar

News Feed