Kenapa Cuci Tangan Bisa Cegah Penyebaran Penyakit, Ini Alasannya

HaluaNews–Kebiasaan untuk mencuci tangan tak pernah bosan digaungkan. Pasalnya, meski cuci tangan adalah tindakan sederhana, kebiasaan ini punya manfaat begitu besar hingga mampu menyelamatkan nyawa Anda.

Faktanya, berbagai kuman yang dapat mengancam kesehatan dapat ditularkan lewat sentuhan. Terlebih lagi, Anda pun juga tak bisa memastikan bahwa permukaan berbagai benda yang sering disentuh bebas dari kuman.

Untuk itu, perisai terbaik dari serangan kuman adalah dengan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir di waktu yang tepat.

Waktu yang Tepat untuk Cuci Tangan

Berikut ini adalah waktu-waktu yang paling dianjurkan untuk mencuci tangan:

  • Sebelum, selama, dan setelah mengolah makanan
  • Sebelum dan sesudah makan
  • Sebelum dan sesudah menjaga orang sakit
  • Sebelum dan sesudah merawat luka
  • Setelah menggunakan toilet
  • Setelah mengganti popok atau membersihkan anak yang selesai dari toilet
  • Setelah membuang ingus, batuk, atau pilek
  • Setelah menyentuh binatang, makanan binatang, atau kotoran binatang
  • Setelah menyentuh sampah
  • Sebelum menyentuh mata, hidung dan mulut

Berbagai Alasan Pentingnya Cuci Tangan

Cuci tangan disebutkan sebagai peringkat pertama dalam sepuluh penemuan terbaik dalam bidang pencegahan penyakit.

Beberapa alasan berikut akan menunjukkan seberapa penting tindakan cuci tangan, hingga dapat menyelamatkan nyawa Anda dan orang di sekitar:

  • Mencegah Masuknya Kuman ke Dalam Tubuh

Meski terlihat tidak ada kotoran, tangan tidak sepenuhnya bebas kuman. Jika dengan kondisi tangan yang begini Anda malah menyentuh mata, hidung, dan mulut, kuman bisa dengan mudah menyusup masuk dan menyebabkan infeksi.

Kuman yang masuk ke organ mata dapat menyebabkan keluhan, seperti mata merah, berair, perih, atau pandangan kabur.

Jika masuk ke hidung, bisa timbul infeksi pernapasan yang gejalanya adalah pilek, batuk, dan nyeri tenggorokan. Saat penderita batuk atau bersin, kuman dapat menempel pada berbagai permukaan dan pindah ke orang lain.

Mulut juga dapat menjadi pintu masuknya kuman, yang dapat menyerang saluran pencernaan dengan gejala nyeri perut, muntah, dan mencret. Hal ini umumnya terjadi akibat tidak membersihkan tangan sebelum makan, terutama setelah menggunakan toilet.

  • Terbukti Mengurangi Insiden Penyakit Serius

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalur terbukti ampuh dalam mengurangi insiden penyakit infeksi pernapasan, saluran pencernaan, kulit, dan mata.

Berdasarkan penelitian, edukasi mencuci tangan di komunitas akan menurunkan insiden penyakit berikut ini:

  • Diare hingga 23–40 persen
  • Diare pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah hingga 58 persen
  • Penyakit pernapasan pada populasi umum hingga 16–21 persen
  • Meningkatkan Taraf Kesehatan Anak

Sekitar 1,8 juta anak berusia di bawah 5 tahun mengalami kematian setiap tahunnya akibat penyakit diare dan pneumonia (radang paru-paru). Kondisi ini terutama terjadi pada area dengan akses air bersih yang sulit.

Cuci tangan dengan sabun dapat melindungi 1 dari 3 anak-anak yang sedang mengalami diare, serta 1 dari 5 anak-anak yang mengalami infeksi pernapasan seperti pneumonia.

Bahkan, edukasi cuci tangan dengan sabun bisa menurunkan angka absen sekolah akibat penyakit pencernaan hingga 29–57 persen.

  • Mencegah Infeksi Nosokomial

Ini merupakan poin ini penting bagi penyedia layanan kesehatan, seperti dokter, bidan, perawat, dan pekerja kesehatan lainnya.

Infeksi nosokomial adalah penyakit yang diperoleh selama menjalani perawatan di rumah sakit. Sering kali hal ini terjadi pada pasien dengan kondisi berat, misalnya pasien yang sedang di rawat di Intensive Care Unit (ICU).

Agar tidak menyebarkan kuman lain pada pasien yang terbaring di ICU, maka personel kesehatan harus dapat menjaga kebersihan tangannya dengan rutin mencuci tangan. Hal ini juga berlaku untuk keluarga pendamping pasien yang sedang dirawat inap.

Jika tidak, infeksi tambahan pada pasien yang sedang dirawat bisa memperberat kondisi pasien dan berisiko memperpanjang masa perawatan.

Infeksi nosokomial diperkirakan terjadi pada 16 juta pasien setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada negara-negara dengan pendapatan menengah dan rendah, frekuensi infeksi terkait ICU setidaknya 2–3 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan negara dengan pendapatan tinggi.

  • Menurunkan Angka Resistensi Antibiotik

Saat penyakit infeksi dapat dicegah, jumlah pemakaian antibiotik akan menurun. Dengan begitu, risiko perkembangan resistensi antibiotik akan ikut berkurang, apalagi mengingat pemakaian antibiotik di Indonesia sering tidak tepat digunakan.

Kerap terjadi bahwa antibiotik digunakan untuk penyakit-penyakit ringan yang sebenarnya dapat sembuh tanpa pengobatan. Padahal, penggunaan antibiotik yang salah dapat menyebabkan bakteri-bakteri ‘terbiasa’ dengan obat sehingga efek perlawanannya berkurang.

Selain itu, karena akses antibiotik kadang mudah didapat tanpa resep dokter, ini bisa berujung pada penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Atau saat konsumsi antibiotik tidak tuntas, risiko terjadinya resistensi antibiotik pun makin tinggi.

Bila resistensi antibiotik terjadi, ini bisa menyulitkan pengobatan penyakit dan adanya kemungkinan hilangnya nyawa. Untuk itu, penghentian ‘lingkaran setan’ terjadinya resistensi antibiotik bisa dicegah dengan mencegah diri tertular penyakit infeksi dengan rajin mencuci tangan. Mudah, bukan?

Selain yang telah disebutkan, ada alasan lain yang membuat cuci tangan mampu menyelamatkan nyawa Anda. Tindakan sederhana ini mampu mencegah virus corona alias novel coronavirus (nCov).

Cuci Tangan untuk Cegah Virus Corona

Virus corona adalah virus jenis baru yang masih sejenis dengan virus MERS (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). Virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok.

Virus corona dapat menyebar dengan cepat, baik dari hewan ke manusia maupun dari manusia ke manusia. Gejala awal penyakit ini tergolong sulit dideteksi, karena mirip dengan keluhan influenza pada umumnya.

Berikut ini adalah beberapa gejala infeksi virus corona yang mesti Anda waspadai:

  • Hidung meler
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Radang tenggorokan
  • Kesulitan bernapas
  • Kematian

Setiap orang wajib waspada akan persebaran virus corona. Salah satu cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk berpartisipasi menekan penyebaran virus corona adalah dengan mencuci tangan.

Seperti dikatakan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), cuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah salah satu cara efektif untuk mencegah penyebaran virus corona.

Adapun cara mencuci tangan yang paling dianjurkan, yaitu:

  • Basahi tangan dengan air bersih mengalir dan gunakan sabun antibakteri secukupnya.
  • Busakan sabun dan gosok kedua telapak tangan dengan cara menempelkan bagian telapak tangan yang satu dengan yang lain.
  • Gosok kedua punggung tangan. Telapak tangan kanan menggosok punggung tangan kiri. Lakukan pada tangan sebaliknya.
  • Bersihkan sela-sela jari dengan cara menyilangkan jari tangan kanan dengan kiri.
  • Gosok bagian dalam dan punggung jari dengan posisi ujung jari saling mengunci.
  • Bersihkan ibu jari. Gosok ibu jari tangan kiri secara memutar dalam genggaman tangan kanan. Lakukan pada tangan sebaliknya.
  • Jangan lupakan bagian kuku dan ujung jari. Bersihkan dengan cara menguncupkan ujung-ujung jari sehingga saling bertemu. Kemudian, gosokkan pada telapak tangan yang berlawanan. Lakukan juga pada tangan sebaliknya.

Iringi kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir dengan penerapan gaya hidup sehat, agar sistem kekebalan tubuh tetap prima. Jangan lupa juga untuk menggunakan masker saat beraktivitas di tengah keramaian dan segera berobat ke dokter jika mengalami gejala penyakit saluran pernapasan.

Jangan tinggal diam melihat virus corona alias novel coronavirus (nCov) yang sedang mewabah di sebagian negara Asia. Jadilah salah satu agen pencegah virus corona dengan menerapkan kebiasaan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Sumber : www.klikdokter.com

Komentar

News Feed