Mengenal dan Tips Mengatasi Serangan Jantung

HaluaNews–Serangan jantung menjadi ramai diperbincangkan masyarakat Indonesia beberapa waktu belakangan.

Setelah Mindok telusuri, ternyata salah satu penyebabnya adalah kepergian aktor Tanah Air akibat mengalami serangan jantung mendadak.

Mindok jadi ingat cerita salah satu pasien, yang mengatakan bahwa suaminya juga sempat mengalami serangan jantung.

Mindok akan ceritakan kisah ini agar bisa menjadi penyemangat dan pengingat untuk kita semua bahwa serangan jantung dapat terjadi pada siapa saja.

Serangan Jantung Memberikan Pelajaran Berharga

Sudah seminggu berlalu. Tapi setiap melihat Bunga Citra Lestari, dada saya ikut merasa sesak. Apalagi kemarin saat mengisi acara di salah satu stasiun TV swasta, BCL menangis mengingat mendiang suaminya.

Sedikit banyak, saya bisa mengerti perasaan dialami BCL saat itu. Soalnya, saya pernah ada di posisi yang sama seperti BCL.

Tiga tahun yang lalu, saat sedang bekerja di kantor, saya tiba-tiba mendapatkan sebuah pesan singkat di WhatsApp.

“Sayang, aku cinta kamu.”

Saat itu saya bingung dan merasa ada sesuatu yang tidak beres. Dan ternyata benar, pasangan saya mengaku bahwa dia mengalami serangan jantung.

Seketika fokus saya untuk bekerja langsung buyar, perasaan langsung panik, dan makin kebingungan.

Tanpa pikir panjang saya langsung meninggalkan kantor dan menghubungi sang terkasih. Saya bergegas menjemput dirinya yang baru saja melakukan pemeriksaan EKG (elektrokardiogram) di rumah sakit.

Sepanjang perjalanan, saya menangis dan berdoa sambil berteriak agar Tuhan masih menyayangi suami saya.

Saya tidak sanggup membayangkan jika harus kehilangan dia dengan cepat. Saya pun teringat 2 anak di rumah yang masih sekolah.

Tak lama, saya tiba di rumah sakit tempat suami diperiksa. Syukur, ia masih bisa tersenyum meski tampak pilu.

Bersambut peluk, saya meneteskan air mata seketika suami memberikan hasil pemeriksaan sambil berkata bahwa dirinya mengalami serangan jantung mendadak.

Beberapa saat kemudian kami langsung bergegas ke rumah sakit yang dengan fasilitas lebih lengkap dan memiliki dokter spesialis jantung, mengingat dokter yang sebelumnya memberikan instruksi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Saya ingat betapa paniknya menyetir sambil menelepon semua rumah sakit yang memiliki dokter spesialis jantung.

Setelah menelepon beberapa rumah sakit, akhirnya kami mendapati salah satu yang memiliki dokter spesialis jantung.

Meski agak jauh, kami tidak ragu untuk menempuh jarak dan waktu untuk menuju Rumah Sakit Rujukan Jantung di Jakarta Barat.

Sepanjang perjalanan kami terus berdoa, memohonkan kepada Yang Maha Kuasa agar diberikan pertolongan.

Butuh beberapa jam sampai akhirnya kami tiba di rumah sakit tujuan. Setibanya di sana, suami saya langsung menuju ruang dokter spesialis jantung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sambil menunggu, saya berdoa dan menangis, berharap agar suami saya tidak terkena serangan jantung mendadak. Saya pun berharap diagnosis yang sebelumnya salah dan keliru.

Beberapa saat menunggu, ternyata harapan saya berujung kekosongan.

Dokter spesialis jantung yang memeriksa suami saya berkata bahwa penyumbatan jantung yang terjadi padanya sudah mencapai 80% dengan kolesterol mencapai 400.

Dokter berkata bahwa tindakan harus segera dilakukan, sambil menunjukkan sumbatan-sumbatan yang tampak pada pembuluh darah jantung suami saya.

Tak lama setelah itu, suami saya langsung dibawa ke ruangan khusus untuk mendapatkan tindakan dari dokter spesialis jantung.

Saya kembali menunggu sambil berdoa dan berlinang air mata agar Yang Maha Kuasa memberikan mukjizat pada saya dan suami.

Kali ini, harapan tersebut ternyata berbuah manis. Tindakan yang dilakukan dokter spesialis jantung berjalan dengan lancar, dan suami saya terlihat kembali ‘normal’.

Saya langsung menuju ke ruang tunggu untuk mengabari keluarga. Belum lama saya berjalan, tiba-tiba dokter dan beberapa perawat lewat sambil berlari ke arah berlawanan.

Saya langsung was-was dan merasa tidak enak.

Ternyata benar saja, gerombolan itu menuju ke ruangan tempat suami saya, karena perawat yang menjaga melaporkan bahwa suami saya mengalami serangan jantung berulang.

Di saat itu, saya tidak dapat berkata apa-apa. Waktu serasa berhenti. Tidak berapa lama kemudian, dokter keluar dari ruangan dan menghampiri saya.

Dokter mengatakan bahwa suami saya tidak terselamatkan dan sudah berpulang ke Yang Maha Kuasa.

Kepergian suami saya memang sangat mendadak. Beruntung, saya memiliki teman-teman yang terus memberikan dukungan moral tanpa kenal lelah.

Mereka pun memberikan motivasi dan semangat untuk ‘malaikat kecil’ yang baru saja ditinggal sosok ayah terkasihnya.

Tiga tahun berlalu sejak kejadian itu. Tapi sedih dan pedihnya masih terasa sampai sekarang.

Kisah ini saya ungkapkan kepada Mindok agar tidak henti-hentinya mengajak banyak orang untuk menerapkan gaya hidup aktif dan sehat, agar terhindar dari risiko serangan jantung dan penyakit lainnya.

Karena, pengalaman mengajarkan saya bahwa serangan jantung mendadak dapat menyerang siapa saja tanpa memandang jenis kelamin dan usia.

Serangan Jantung Mendadak Sangat Berbahaya

Serangan jantung terjadi ketika terdapat sumbatan pada aliran darah menuju jantung.

Seiring dengan bertambahnya usia, pembuluh darah jantung bisa mengalami perubahan, penimbunan plak, dan penyempitan.

Penyumbatan itu dapat menyebabkan otot jantung tidak mendapatkan oksigen dalam jumlah cukup, sehingga mengalami gangguan fungsi.

Lama-kelamaan, fungsi otot jantung akan terus melemah hingga akhirnya mati. Ini adalah awal mula terjadinya penyakit jantung koroner, yang berujung pada serangan jantung.

Terdapat beberapa gejala yang umum bisa terjadi akibat penyakit jantung dan serangan jantung. Gejala ini bisa berbeda, tergantung individu yang mengalaminya.

Secara umum, gejala serangan jantung meliputi:

  • Keringat dingin
  • Pusing atau sakit kepala
  • Rasa nyeri atau berat pada rahang bawah
  • Rasa tidak nyaman di daerah leher
  • Rasa tersedak atau rasa terbakar di tenggorokan
  • Nyeri tumpul di antara tulang belikat
  • Rasa nyeri, tidak nyaman atau berat di daerah bahu satu sisi atau keduanya
  • Rasa nyeri dan berat pada satu atau kedua lengan
  • Nyeri ulu hati, mual dan muntah

Gejala tersebut berawal dari dada dan menjalar ke bagian tubuh lainnya. Keluhan juga dapat disertai dengan kesulitan bernapas, karena rasa sesak atau merasa seperti terikat.

Pada daerah dada bagian tengah, dapat pula terasa nyeri, rasa berat, atau rasa seperti dihantam dengan kuat. Keluhan-keluhan ini dapat terasa sangat berat atau bahkan ringan, tergantung kondisi pasien.

Faktor Risiko Terkena Serangan Jantung

Serangan jantung dapat terjadi pada siapa saja. Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami serangan jantung, yaitu:

  • Usia di atas 45 tahun untuk pria, dan usia 55 tahun untuk wanita
  • Kebiasaan merokok
  • Kurang aktivitas fisik
  • Stres yang terjadi berlarut-larut
  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Kadar kolesterol dan trigliserida tinggi
  • Obesitas atau berat badan di atas normal
  • Penyakit diabetes
  • Riwayat serangan jantung di dalam keluarga

Tips Mengatasi Serangan Jantung Mendadak

Jika kamu mendapati ada seseorang yang terkena serangan jantung mendadak, beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai tindakan pertolongan pertama adalah:

  • Memindahkan pasien ke tempat yang jauh dari keramaian
  • Segera hubungi layanan gawat darurat rumah sakit terdekat
  • Minta dampingan dari orang yang ada di sekitar
  • Jika memungkinkan, lakukan resusitasi jantung paru (RJP)
  • Pastikan petugas medis telah datang, agar pasien bisa segera diberikan pertolongan dengan lebih layak

Jangan ragu untuk melakukan tindakan tersebut jika mendapati seseorang yang mengalami serangan jantung mendadak.

Dengan melakukan tips mengatasi serangan jantung seperti di atas, kamu telah membantu mempertahankan tingkat keselamatan pasien.

Serangan jantung adalah kondisi yang mesti diwaspadai oleh siapa saja. Mindok pun mengingatkan Sobat KlikDokter untuk selalu menjaga diri dengan menerapkan gaya hidup aktif dan sehat sedini mungkin.

Sumber : www.klikdokter.com

Komentar

News Feed