Netizen Ramai-Ramai Tolak Kasasi WA


*Kasus Anak Dibawah Umur Korban Pemerkosaan

Haluan, Kota Jambi-Netizen di Provinsi Jambi ramai-ramai memberikan dukungan moral kepada WA (Inisial, red) dan menolak upaya kasasi yang hendak dilakukan jaksa penuntukan.
Dukungan moral dan penolakan kasasi ini banyak beredar dalam postingan sejumlah aktifis di akun fesbuk mereka. Seperti yang dituliskan Wenny Ira R, dosen sekaligus aktifis perempuan ini dalam postingannya menilai, langkah yang hendak diambil jaksa tidak memiliki perspektif perlindungan terhadap WA.
Akun fesbuk Emrafiq juga berkomentar dan menerangkan bahwa hukum pidana sendiri memberi ruang bebas untuk menjaga nilai kemanusiaan.
Sementara itu, pegiat Institute for Criminal Justice Reform, ICJR, Maidina Rahmawati seperti dikutip dari laman bbc.com, mengharapkan agar dilakukan pemeriksaan terbuka. Dengan cara itu hakim mampu menghadirkan saksi ahli yang akan menggali aspek psikologis korban perkosaaan
“Sehingga nantinya akan terlihat bahwa korban mengalami trauma psikologis sehingga tidak mampu berkehendak bebas dan melakukan aborsi, karena ada trauma psikologis sehingga bisa menghapuskan pemidanaan yang diputuskan di pengadilan sebelumnya,” ujarnya.
Seperti yang pernah diberitakan, WA tadinya dihukum penjara enam bulan oleh Pengadilan Negeri Muara Bulian namun hakim di tingkat banding di Pengadilan Tinggi Jambi, pada hari Senin (27/08), memutuskan bahwa aborsi dilakukan dalam keadaan darurat dan WA dibebaskan dari dakwaan yang menimpanya.
Sayangnya, jaksa kembali berupaya melakukan upaya kasasi terhadap kasus WA. Alhasil, netizen ramai-ramai menyuarakan aspirasinya dan rencananya, Senin pagi (17/8), para aktifis kemanusiaan akan melakukan aksi simpatik di depan kantor Kejaksaan Tinggi Jambi. (Pua)

Komentar

News Feed