Ternyata Konsumsi Paprika Dapat Turunkan Risiko Penyakit Jantung

HaluaNews–Penyakit jantung memang menjadi salah satu yang paling ditakutkan oleh masyarakat. Bagaimana tidak, serangannya bisa datang mendadak! Dikenal juga dengan istilah penyakit kardiovaskular, hal ini menjadi penyebab kematian pertama di dunia, termasuk Indonesia.

Penyakit ini memang kerap ditemukan pada lansia, tetapi bagi Anda yang masih berusia produktif bukan berarti tidak waspada. Penyakit jantung juga bisa menyerang orang-orang yang berusia lebih muda.

Maka, tidak heran bila penyakit jantung dapat membebani secara ekonomi. Karena, pengobatannya menghabiskan banyak uang, dan juga “melumpuhkan” masyarakat usia produktif akibat kesulitan beraktivitas.

Penyakit Jantung Koroner

Diperkirakan, pada tahun 2020 ini penyakit jantung koroner akan menjadi “pembunuh” terbanyak, yakni menyebabkan 36% kasus dari seluruh total kematian. Angka tersebut dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan kematian akibat kanker.

Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah arteri jantung tersumbat oleh plak aterosklerosis, yang sebagian besar terdiri dari kolesterol. Sumbatan plak tersebut dapat menyebabkan jantung kekurangan pasokan oksigen dan makanan, terutama ketika tubuh sedang melakukan aktivitas yang memerlukan tenaga lebih.

Serangan jantung terjadi ketika plak menyumbat total pembuluh darah. Ini karena tidak ada lagi oksigen dan makanan yang dapat dihantarkan ke jaringan jantung. Akibatnya, terjadilah kematian sel otot jantung pada daerah yang disuplai oleh pembuluh darah arteri tersebut.

Apabila jaringan jantung yang rusak meluas, dapat terjadi payah jantung yang dapat berakibat fatal. Plak aterosklerosis ini timbul dan menumpuk perlahan. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai faktor yang dapat merusak dinding pembuluh darah.

Contohnya yaitu merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, makanan tinggi kalori, lemak, gula, dan kurang olahraga.Gejala yang dapat dialami oleh orang yang mengidap penyakit jantung koroner adalah nyeri dada, biasanya dialami di dada kiri atau ulu hati, yang kemudian menjalar ke rahang, punggung, atau lengan.

Nyeri tersebut umumnya disebabkan oleh stres fisik maupun emosional. Selain itu, penderita dapat pula mengalami sesak napas, keringat dingin, dan muntah.

Paprika Menyehatkan Jantung

Suatu penelitian di Italia menemukan, orang yang mengonsumsi paprika secara teratur dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of American College of Cardiology pada Desember tahun lalu ini melaporkan bahwa manfaat konsumsi paprika berdiri secara independen, dan tidak berhubungan dengan pelaku diet Mediterania yang terkenal paling baik untuk menjaga kesehatan jantung.

Jadi, menurut sang peneliti, dr. Marialaura Bonaccio, orang dapat memiliki jantung sehat dengan mengonsumsi paprika, tanpa menerapkan diet Mediterania secara keseluruhan.

Para peneliti dari Instituto Neurologico Mediterraneo Neuromed, Italia meneliti lebih dari 22 ribu subjek pria dan wanita, dan mendata pola makan mereka dari tahun 2005-2010.

Mereka menemukan, orang yang rutin makan paprika lebih dari empat kali dalam seminggu punya risiko kematian akibat penyakit jantung 34% lebih rendah dibanding orang yang jarang atau tidak pernah makan paprika.

Sepaham dengan penelitian di Italia, sebuah studi besar di Tiongkok juga mengonfirmasi bahwa konsumsi makanan pedas, termasuk paprika, dapat menurunkan kematian akibat penyakit jantung iskemik sebesar 22%. Data terbaru dari Amerika juga menunjukkan bahwa konsumsi paprika merah dapat menurunkan risiko kematian akibat segala penyebab sebesar 13%.

Masih Diperlukan Penelitian Lebih Lanjut

Terlepas dari hasil yang menggembirakan tersebut, para peneliti dari Italia tersebut mengaku belum dapat menemukan mekanisme yang pasti bagaimana konsumsi paprika dapat berkontribusi terhadap kesehatan jantung. Oleh karena itu, dr. Marialaura menyarankan untuk melakukan penelitian lanjutan terkait hal tersebut.

Para ahli lainnya juga menyarankan untuk menunggu rekomendasi konsumsi makanan pedas dalam menyehatkan tubuh. Menurutnya, penelitian tersebut masih memerlukan tinjauan lebih dalam sebelum dapat direkomendasikan kepada masyarakat agar lebih banyak mengonsumsi makanan pedas seperti paprika.

Bagi Anda yang ingin mencegah penyakit jantung, konsumsi paprika bisa jadi pilihan. Namun, tentu dalam batas yang masih wajar. Kalau ingin konsultasi lebih jauh seputar penyakit jantung dengan dokter.

Sumber : www.klikdokter.com

Komentar

News Feed