YLKI Galang Petisi Tolak Kenaikan Tarif PDAM Tirta Mayang

HaluaNews, Jambi – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Jambi menggalang petisi menolak kenaikan tarif Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Mayang Jambi yang membebani masyarakat hingga 100 persen.

Ketua YLKI Jambi Ibnu Khaldun, dalam siaran persnya, menjelaskan, pihaknya telah menggugat PDAM Tirta Mayang Jambi dan Walikota Jambi di Pengadilan Negeri Jambi.

Gugatan ini dilakukan karena semakin meningkatnya keluhan pelanggan di wilayah Kota Jambi setiap harinya, tentang kenaikan tarif yang berlaku sejak 1 Oktober 2018 dan dianggap sangat membebani masyarakat.

Petisi ini merupakan gerakan moral dan simbol bentuk kritik atau protes kepada PDAM Tirta Mayang Jambi.

“YLKI mengajak seluruh masyarakat khususnya pelanggan PDAM Tirta Mayang Jambi yang merasa keberatan dengan kenaikan ini, untuk ikut melaksanakan petisi tanda tangan yang akan diaksanakan di Tugu Keris Siginjai Kota Jambi, pada Minggu 13 Januari 2019,” jelasnya.

Diuraikannya, sebagian besar masyarakat Jambi yang notabenenya pelanggan PDAM memprotes adanya kenaikan tarif air dan pendistribusian air yang tidak lancar.

Parahnya lagi, pelanggan PDAM Tirta Mayang juga diwajibkan membayar 10 kubik (change minimum) yang memang sangat memberatkan. Tak hanya itu, pembayaran tagihan harus dibayarkan tepat waktu, jika tidak denda yang dibayarkan oleh pelanggan cukup lumayan besar.

“Dalam aturan Permendagri nomor 71 dijelaskan bahwa kenaikan tarif tidak boleh lebih dari 4 persen. Perda nomor 12 tahun 2015, hanya tujuh persen. Namun kenyataan dilapangan, kenaikan ini melebihi dan ini melanggar UU nomor 25 tahun 2009,” paparnya.

YLKI Jambi berharap agar PDAM Tirta Mayang bisa menelaah ulang dan bila perlu dapat meralat kembali keputusan yang telah dibuat dan mengembalikan ke tarif semula.

“Mudah-mudahan kritik yang kita lakukan semakin didengar dan masyarakat merasakan ada pembelaan yang kami lakukan,” tandasnya. (Pua)

Komentar

News Feed